Ibu mengajak Angga dan Anggi ke pasar. Pasar itu ramai sekali, ada banyak penjual dan pembeli, semuanya berbicara dan saling menawar harga. Angga dan Anggi mendapatkan banyak pelajaran penting tentang etika berbicara dari orang-orang di pasar tersebut. Pelajaran apa sajakah yang mereka dapatkan? Bagaimana cara berbicara yang sopan? Ayo kita kuti kisah perjalanan Angga dan Anggi selengkapnya!
Tono dan Tin berasal dari keluaga miskin. Karena desakan ekonomi, mereka bertekad untuk melawan kemiskinan. Dengan semangat dan kerja keras, mereka mencoba membuat telur asin untuk dijual. Karena rasanya enak, dagangan pun laris manis dan meraup banyak keuntungan. Gimana sih cara membuat telur asin itu?
Milo sedih. Teman-temannya berkata bahwa ia terlalu pendek untuk menjadi kapten bajak laut dan tidak cukup kuat untuk menjadi singa si raja hutan. Tetapi menurut ibunya, menjadi seorang pengintai, memanjat tangga tali di kapal, atau menjadi seekor kera yang berayun di antara pepohonan, semuanya sangat hebat! Milo bisa menjadi apa pun yang ia inginkan...