Text
Karena Anggrek Ibu
Buku “Karena Anggrek Ibu” mengisahkan hubungan hangat antara seorang anak dan ibunya yang sangat mencintai bunga anggrek. Sejak kecil, sang tokoh utama selalu melihat ibunya merawat anggrek di halaman rumah — bunga yang bagi ibunya melambangkan ketekunan, kesabaran, dan cinta yang tak lekang waktu.
Namun ketika sang ibu meninggal dunia, tokoh utama merasa hidupnya kehilangan arah. Di tengah kesibukan dan tekanan hidup dewasa, ia menemukan kembali makna kasih sayang ibunya melalui anggrek terakhir yang masih mekar di pot tua di sudut rumah. Dari situ, ia mulai memahami pesan tersembunyi dari ibunya: bahwa setiap hal indah membutuhkan perawatan, waktu, dan hati yang tulus.
Melalui perawatan bunga itu, sang anak belajar untuk berdamai dengan kehilangan, memaafkan diri sendiri, dan menemukan kembali semangat hidupnya — semua karena anggrek ibu.
Tidak tersedia versi lain