Halo teman-teman! Pernahkah kancing bajumu lepas? Lalu …. Ke mana kancing itu pergi? Ia sedih, loh! Ia sendiri. Ia di tempat asing. Tidak ada teman. Ia ingin dicari. Yuk, baca kisahnya! Ada di buku ini, loh!
Mika melihat Kak Gio mengirimkan gambar-gambar lucu melalui ponsel. Mika pun ingin melakukan juga, tapi, dia tidak memiliki ponsel. Ketika Kak Gio sedang keluar, Mika memakai ponsel Kak Gio. Teman-teman kak Gio membalas. Namun, tiba-tiba Kak Gio ditegur gurunya. Ternyata, Mika mengirim emoticon. Kak Gio menjelaskan kepada Mika, bahwa gambar lucu yang dikira Mika itu adalah emoticon yang menunju…
Kapo ingin pai matoa. Pai matoa bisa ditukar dengan 15 matoa matang. Namun, matoa Kapo kurang. Aduh, bagaimana, ya?
Pernahkah adik-adik pergi belanja ke pasar? Pasti pernah. Namun, jangan lupa bawa dompet dan tas belanja. Nah, bagaimana pengalaman Mita pergi belanja ke pasar bersama ibunya? Ayo, kita baca buku ini bersama ibumu.
Amira menangis suara tangisannya Sigi terkejut. Pipinya terlihat bengkak kemerahan. Apa yang telah terjadi? Apakah Amira sakit gigi?
Arai ikut Datuak menjual sapi di Pasar Bisu. Namun, Arai berisik sekali. Sapi murah! Sapi murah! Sapi murah! Apakah di Pasar Bisu tak boleh berisik? Yuk, temukan jawabannya bersama Arai!
Pantun adalah salah satu jenis puisi dari karya sastra melayu lama, dan asli Indonesia. Seperti halnya novel dan cerpen, karya sastra satu ini juga banyak dikenal. Hampir semua orang mengenal pantun. Hal tersebut membuktikan bahwa pantun masih banyak disukai dan merupakan salah satu hasil kekayaan budaya kita yang terjaga sepanjang zaman. Meski pantun bersifat santai, akan tetapi, pantun bukanl…
Perundungan verbal seringkali dianggap sepele. Padahal perundungan verbal bukan sekedar kata-kata. Ia dapat menyebabkan luka batin yang mendalam bagi korban. Buku ini berisi banyak informasi penting tentang perundungan verbal yang perlu diketahui anak-anak. Untuk memudahkan pemahaman, disertakan pula kisah perjuangan gadis kecil bernama Hana dalam menghadapi perundungan verbal, serta bagaimana …
Buku “Karena Anggrek Ibu” mengisahkan hubungan hangat antara seorang anak dan ibunya yang sangat mencintai bunga anggrek. Sejak kecil, sang tokoh utama selalu melihat ibunya merawat anggrek di halaman rumah — bunga yang bagi ibunya melambangkan ketekunan, kesabaran, dan cinta yang tak lekang waktu. Namun ketika sang ibu meninggal dunia, tokoh utama merasa hidupnya kehilangan arah. Di t…