Luna suka biji warna-warni. Biji merah itu bagus. Biji merah istimewa. Nenek memberinya. Luna mau biji merah lagi. Sayang hanya sedikit. Yuk, lihat Luna. Dia sedang apa?
Sigu ingin duduk di depan. Namun, Tatan mendahuluinya. Sigu tak menyerah. Dia terus berusaha. Akan tetapi, lagi-lagi Tatan selalu menghalangi. Apa yang Sigu lakukan? Bisakah Sigu duduk di depan?
Riri bertualang ke kebun binatang. Hewan apakah yang Riri lihat? Ada berapa jumlah hewan di sana? Bagaimana pula suara hewan-hewan tersebut? Ayo, bertualang bersama Riri!
ingka tidak suka menunggu. Namun, di kehidupan sehari-hari, ada banyak hal yang membuat Pingka harus menunggu. Menunggu membuat Pingka bosan. Tunggu! adalah cerita tentang banyaknya hal di dunia ini yang membuat kita harus menunggu. Menunggu membuat kita belajar tentang kesabaran. Kita juga bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan saat menunggu, supaya menunggu sesuatu tidak menjadi hal yang me…
Nino membantu Ibu membeli sebungkus gula dan dua bungkus agar-agar. Nino berusaha mengingat-ingat pesan ibunya agar tidak lupa. Di perjalanan menuju warung, Nino melihat kucing yang terjebak di atas pohon. Nino ingin menolongnya. Namun, ia takut nanti lupa pesanan ibunya. Apakah Nino berhasil menjalankan tugasnya kali ini?
Andini menjual labu kukus yang dibuat oleh nenek ke sekolah. namun tak ada satupun anak yang mau membelinya padahal labu kukus buatan neneknya sangatlah manis Wah kira-kira kenapa anak-anak tidak mau membeli labu kukus? haruskah Andini menjual makanan yang lain?
Buku ini menceritakan kisah Irul yang pergi ke Pasar Papringan untuk membeli kue cucur pesanan bude, tetapi tergoda untuk membeli mainan dan minuman. Irul belajar tentang perbedaan antara kebutuhan dan keinginan saat uangnya tidak cukup untuk membeli semua yang diinginkannya. Melalui pengalaman ini, pembaca diajak untuk memahami pentingnya memenuhi kebutuhan sebelum memenuhi keinginan.
Di era digital ini, informasi bertebaran di mana-mana, tetapi tidak semuanya bernilai. Dalam buku ini, Nay, seekor ayam betina yang sangat cerdas (dan sedikit nyinyir) dan melek teknologi, akan memandu kita semua melalui liku-liku dunia digital dengan sudut pandangnya yang unik dan menghibur. Dengan mengikuti kehidupan majikannya, Dipta, seorang remaja yang tak bisa lepas dari gadget, Nay menga…
Arum kesal karena ia ditunjuk menjadi panitia bazar sekolah. Bagaimana ia bisa meraih impiannya memenangkan olimpiade sains jika waktu belajarnya terus berkurang? Apalagi, Arum harus membentuk tim dengan Afnan, rivalnya, dan Sekar, si anak aneh yang selalu menyendiri di pojokan kelas. Namun, suatu kejadian memaksa ketiga anak itu untuk bekerja sama. Apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka?…