Ibu mengajak Angga dan Anggi ke pasar. Pasar itu ramai sekali, ada banyak penjual dan pembeli, semuanya berbicara dan saling menawar harga. Angga dan Anggi mendapatkan banyak pelajaran penting tentang etika berbicara dari orang-orang di pasar tersebut. Pelajaran apa sajakah yang mereka dapatkan? Bagaimana cara berbicara yang sopan? Ayo kita kuti kisah perjalanan Angga dan Anggi selengkapnya!
Ayah, Ibu, Angga dan Anggi bersama-sama pergi ke tempat ibadah. Karena beragama Islam mereka menuju ke Masjid. Mereka akan melaksanakan shalat berjamaah. Di Masjid kita harus sopan, tidak boleh bermain, berlari-lari, apalagi teriak-teriak. Apa yang dilakukan Angga dan Anggi di tempat ibadah?
Orang tua Angga dan Anggi memberi contoh cara makan dan minum yang baik dan sopan. Ayah dan Ibu mengajarkan agar sebelum makan dan minum sebaiknya mencuci tangan terlebih dahulu. Makan tidak bersuara cap...cap... Makan dengan tangan kanan, tidak boleh mencela makanan dan seterusnya. Ayo kita ikuti kisah Angga dan Anggi selengkapnya!
Angga dan Anggi rajin membantu orangtua membersihkan lingkungan rumah. Halaman mereka banyak pohon, sehingga setiap pagi pasti ada daun yang berguguran di tanah. Sebenarnya ada sampah yang dapat dibuat pupuk dan didaur ulang. Jangan membuang sampah sembarangan. Bersih itu sehat, indah, dan nyaman.
Memberi hadiah ulang tahun pada teman ada etikanya lho! Kali ini Angga dan Anggi memenuhi undangan pesta ulang tahun. Kalau kita memberi hadiah hendaknya dengan hati yang tulus. Usahakan memberi hadiah yang bermanfaat, tetapi tidak mahal. Jangan memberi hadiah barang bekas yang sudah tidak kita sukai. Bagaimana kelanjutan cerita Angga dan Anggi?
Ayah mendapat undangan reuni. Angga dan Anggi akan diajak ayah ke pesta tersebut. Tapi Ayah mengajukan beberapa syarat. Kalau Angga dan Anggi bisa memenuhi persyaratan itu, mereka boleh ikut. Jika tidak, mereka harus tinggal di rumah. Kira-kira apa ya syarat yang diajukan Ayah? Apakah Angga dan Anggi jadi berangkat pesta? Ayo kita ikuti ceritanya dan selamat berpesta!
Sering diantara kita, setiap ingin bertemu teman selalu berteriak-teriak memanggilnama di depan rumahnya. Cara seperti itu sangat tidak sopan. Kali ini Angga dan Anggi memberi contoh etika yang baik dan benar untuk menemui dan menerima teman kita di rumah. Yuk, ikuti ceritanya!